SELAM ADIK
Selamat Hari Pendidikan
Selama ini saya tertipu mengira isi/esensi adalah puncak terpenting dari segala hal. Kandungan makna dari suatu hal bagi saya selalu lebih penting dibanding latar belakang, perantara, fasilitas, apalagi jumlah intensitas (hasil). Maka ketika dihadapkan pada pilihan antara kualitas dan kuantitas dengan tegas saya memilih yang pertama.
Selama ini saya tertipu mengira isi/esensi adalah puncak terpenting dari segala hal. Kandungan makna dari suatu hal bagi saya selalu lebih penting dibanding latar belakang, perantara, fasilitas, apalagi jumlah intensitas (hasil). Maka ketika dihadapkan pada pilihan antara kualitas dan kuantitas dengan tegas saya memilih yang pertama.
namun saya luput menyadari bahwa ada yang jauh lebih penting dari hakikat; yakni cara untuk menyampaikan hakikat itu sendiri. Metode, Pemilihan kata, dan Penempatan Setting. Untuk itu lebih penting supaya ajaran (pandangan) yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik.
Alangkah banyak dari kita yang merasa mengetahui suatu kebenaran dengan mutlak namun gagal memahami cara penyampaian yang elok dan terutama tidak menyakiti. Akibatnya kita terjerumus memaksakan pandangan kita kepada orang lain. Yang ada justru mereka semakin menjauh dan antipati terhadap maksud kita.
Saya pun mulai menyadari bahwa kuantitas atau proses lebih penting - ketimbang kualitas atau hasil.
Secara sederhana pentingnya sebuah "cara" dibandingkan dengan "tujuan"
Secara sederhana pentingnya sebuah "cara" dibandingkan dengan "tujuan"
Seperti menyampaikan ide tanpa mendoktrin, menyetujui suatu hal tanpa menjatuhkan, menolak gagasan tanpa menghina, dan yang terpenting mengajari tanpa perlu menggurui.
Seperti halnya juga dari pendidikan adalah bukan bagaimana caramu sekolah, tapi bagaimana caramu belajar. Pendidikan bukanlah semata-mata sebegai penunjang kapabilitas seseorang di dunia kerja. Pendidikan juga tak harus formal maupun informal. Mindset seperti itu sudah usang. lebih dari itu, Belajarlah dari pengalaman, sebab pengalaman adalah guru terbaik.
Pendidikan merupakan kebutuhan manusia, tanpa memperhatikan aspek sosialnya, semua berhak mendapatkannya. Pendidikan juga harus mampu menyentuh ranah spritual, agar keterdidikan yang kita dapatkan mampu mehubungkan kita dengan aspek ke-Tuhan-an. menjadi pintar itu baik, tapi terdidik jauh lebih sesuai dengan eksistensi alam. ini bukan sesuatu yang kontradiksi.
Faktanya, banyak orang pintar tapi tidak terididik. Khususnya pada aspek mentalitas dan spiritualitas.
Belajar 5+5=10 itu sudah mainstream. Belajarlah dengan pola berapa+berapa = 10. itu bisa 1+9, 2+8, 3+7 dan 4+6. artinya Tuhan menyediakan banyak cara kepada kita untuk belajar. Tinggal kita mau atau tidak..?
Selamat Hari Pendidikan.

Comments
Post a Comment