KKA CIMEN
Ketika Cinta Menyakitimu
Sebenarnya apa itu cinta?
Sebenarnya apa itu cinta?
Cinta itu bukan hanya perasaan emosional yang menderu-deru dalam diri..
Cinta itu luas. ia mencakup tanggung-jawab, pengorbanan, dan bakti.
Cinta itu juga bukan sekedar rasa memiliki. Karena bagaimana bisa seseorang memiliki sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya? karena tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang bisa dimiliki. Mereka datang kepada kita sebagai kesenangan dan ujian.
jadi, temanku sayang.. ketika engkau berada pada posisi sebagai seorang istri yang kecewa terhadap suami dan merasa cintamu telah mati, tanyakan pada dirimu sendiri benarkah yang mati itu adalah cinta? ataukah kamu yang mematikan cintamu sendiri?
Pada dasarnya manusia memiliki ujiannya masing-masing. Dan disitulah hebatnya Tuhan. Ujian selalu mengambil titik terlemah dari manusia.
Ada yang cinta harta, di uji dengan kelaparan.
Ada yang cinta dengan dirinya sendiri, di uji dengan kesehatan.
Ada yang cinta terhadap anaknya, di uji dengan ketakutan (perasaan was-was) masa depan anaknya.
Ada yang mencintai keluarga bahagia, di uji dengan kesendirian.
sebab hidup di dunia hanya sementara, kita berada di tempat dimana begitu banyak poin amal tanpa perhitungan. Karena point amal itu bukan hanya ritual. Poin amal itu juga adalah spritual. Bukankah pengorbanan itu spiritual?
Lihatlah bunda Theresa mengorbankan kenyamanan dirinya untuk berbuat terhadap kaum paapa. Lihatlah Mahatma Gandhi, membuka baju duniawinya untuk kaum marjinal. Mereka itu - yang dulu hidup dengan nyaman - paham bahwa kenyamanan bukanlah tangga menuju surrga. Mereka mencari eskalator menuju kebahagiaan diri melalui pengorbanan.
Duduklah sebentar, redakan emosi dan kalutmu. jangan turut nafsumu dengan bercerai. Apakah perceraian itu lebih baik? Ataukah membawamu ke tempat yang lebih buruk?
Ingat, keputusanmu dulu yang menjadikan pasanganmu sebagai pendamping hidupmu, berbuah resiko yang sekarang kau hadapi. Dan dari keputusanmu, lahirlah anak-anakmu. Apakah kamu mau mengkhianati keputusanmu sendiri? bukankah manusia seharusnya bertanggung-jawab terhadap apa yang ia putuskan? mari letakkan pola pikirmu pada sisi ini.
Bahwa baktimu, kepada keluargamu, kepada suamimu, yang kau rasa mengecewakanmu adalah bagian dari pengorbanan hidupmu untuk mengumpulkan poin-poin amal di dunia ini. Tuhan menyediakan tanggamu menuju surga tepat di depanmu, di hadapanmu. Naiki-lah..
Rubahlah wajah masam-mu setiap pagi dengan keceriaan. Mereka, Keluargamu, bagian dari perantara-perantara yang dikirimkan untuk membahagiakan ruh-mu nanti, meski sekarang kau merasa jasadmu menderita. ada potonga quotes seperti ini; "Falling in love is easy, but staying in love is very special"
apakah kamu sudah mulai paham? jika belum, renungkan kembali kata-kataku ini.
aku tak bermaksud untuk menjadi guru (mengajari) untukmu, aku pun belum merasakan ikatan paling sakral (pernikahan) itu. Bahkan tidak ada jaminannya bahwa aku bisa lebih baik (beruntung) dibandingkan dengan dirimu. Aku hanya mencoba merangkai dengan nalarku, apa yang aku ketahui..
Tujuanmu bukan disini, di dunia ini. Tujuan perjalanan manusia sebenarnya adalah akhirat nanti.
jika sudah, tuangkan aku secangkir kopi. Pahitnya selalu menyadarkanku bahwa apa yang tampak manis di dunia, sebenarnya kepahitan yang nyata. Begitu juga sebaliknya

Comments
Post a Comment